Kalender Liturgi 08 Nov 2020
Minggu Pekan Biasa XXXII
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Keb 6:13-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 63:2.3-4.5-6.7-8
Bacaan II: 1Tes 4:13-18
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44
Bacaan Injil: Mat 25:1-13
Bacaan I
Keb 6:13-17
Kebijaksanaan ditemukan oleh mereka yang mencarinya.
Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:
Kebijaksanaan itu bersinar dan tak dapat layu,
mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya,
dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya.
Ia mendahului memperkenalkan diri
kepada yang menginginkannya.
Barangsiapa pagi-pagi bangun demi kebijaksanaan
tak perlu bersusah payah,
sebab kebijaksanaan itu ditemukannya duduk di dekat pintu.
Merenungkan kebijaksanaan merupakan pengertian sempurna,
dan siapa yang berjaga karena kebijaksanaan
segera akan bebas dari kesusahan.
Sebab kebijaksanaan sendiri berkeliling
mencari orang yang patut baginya,
dan dengan rela memperlihatkan diri
kepada mereka yang mencarinya;
kebijaksanaan dijumpai pada tiap-tiap pemikiran mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 63:2.3-4.5-6.7-8
R;2b
Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan Allahku.
*Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,
jiwaku haus akan Dikau, tubuhku rindu kepada-Mu,
seperti tanah yang kering dan tandus,
yang tiada berair.
*Demikianlah aku rindu memandangmu di tempat kudus,
sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup;
bibirku akan memegahkan Dikau.
*Aku mau memuji Engkau seumur hidupku,
dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,
bibirku yang bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.
*Di tempat tidurku aku ingat kepada-Mu,
sepanjang kawal malam aku merenungkan Dikau.
Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku,
dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
Bacaan II
1Tes 4:13-18
Mereka yang telah meninggal dalam Yesus
akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara,
kami ingin agar kamu mengetahui
tentang orang-orang yang sudah meninggal,
supaya kamu jangan berdukacita
seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
Karena kalau kita percaya
bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit,
maka kita percaya juga
bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus
akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.
Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini:
Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan
sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal.
Sebab pada waktu tanda diberikan,
yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru
dan sangkakala Allah berbunyi,
Tuhan sendiri akan turun dari surga.
Dan mereka yang meninggal dalam Kristus Yesus
akan lebih dahulu bangkit.
sesudah itu, kita yang hidup dan masih tinggal
akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan
menyongsong Tuhan di angkasa.
Karena itu
hendaklah kamu saling menghibur dengan perkataan-perkataan ini.
Demikianlah sabda Tuhan.
ATAU BACAAN SINGKAT
1Tes 3:13-14
Mereka yang telah meninggal dalam Yesus
akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara,
kami ingin agar kamu mengetahui
tentang orang-orang yang sudah meninggal,
supaya kamu jangan berdukacita
seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
Karena kalau kita percaya
bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit,
maka kita percaya juga
bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus
akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Mat 24:42a.44
Berjaga-jagalah dan bersiap-sedialah,
sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.
Bacaan Injil
Mat 25:1-13
Mempelai datang! Songsonglah dia!
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada suatu hari
Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya,
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis
yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Yang bodoh itu membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak,
sedangkan yang bijaksana,
selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya.
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang,
mengantuklah mereka semua, lalu tertidur.
Tengah malam terdengarlah suara berseru,
‘Mempelai datang! Songsonglah dia!’
Gadis-gadis itu pun bangun semuanya
lalu membereskan pelita mereka.
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada yang bijaksana,
‘Berilah kami sedikit dari minyakmu,
sebab pelita kami mau padam.’
Tetapi yang bijaksana menjawab,
‘Tidak,
jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu.
Lebih baik kamu pergi membelinya pada penjual minyak.’
Tetapi, sementara mereka pergi membelinya,
datanglah mempelai,
dan mereka yang telah siap sedia
masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah.
Lalu pintu ditutup.
Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata,
‘Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!’
Tetapi tuan itu menjawab,
‘Sungguh, aku berkata kepadamu,
aku tidak mengenal kamu.’
Karena itu, berjaga-jagalah,
sebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya.”
Demikianlah Injil Tuhan.